loading...
loading...

Demi Kamu, Aku Rela Berusaha. Buatmu, Akan Kukerahkan Semua Upaya

Selama ini aku bukan orang yang getol dalam urusan perasaan. Tidak ada roadmap yang harus diikuti dalam urusan mendapatkan tambatan hati. Beberapa orang bahkan bilang aku ini petualang sejati, sebab tidak ada tipe pasti yang bisa membuatku jatuh hati.

Tapi padamu, kutemukan anomali. Kamu meruntuhkan pertahanan tinggi yang susah payah kubangun selama ini. Menghadapi keacuhanmu justru aku rela jungkir balik setengah mati. Baru kamu yang bisa membuatku berjuang sekuat ini. Baru padamu, rela kukerahkan semua upaya agar di akhir hari akulah yang kau pilih mendampingi.


Sebelumnya, pendekatan kuanggap sebatas permainan. Baru padamu proses ini berubah jadi perjuangan

Baru padamu proses ini berubah jadi perjuangan
Baru padamu proses ini berubah jadi perjuangan via tumblr.com
Barangkali memang butuh waktu dan kedewasaan sebelum sampai di titik yang kini sedang mati-matian kuperjuangkan. Dibutuhkan pribadi yang tak lagi kekanakan demi mengerti nilai besar dari upaya yang sedang diusahakan.
Sebelumnya, proses pendekatan pada wanita kuanggap tak lebih dari aktivitas pengisi waktu luang yang menyenangkan. Kamu boleh tanya teman-temanku, bagaimana aku santai-santai saja setiap gadis yang kudekati tidak menanggapiku. “Lo mah rajanya tarik ulur!”, ujar mereka di hadapan mukaku.
Harus kuakui, sebelum bertemu kamu tarik-ulur perasaanlah yang memang menarik hatiku. Adrenalin yang muncul di tengah proses itu memberi warna berbeda dalam hari-hariku. Hingga pada hari itu kulihat kamu dalam balutan pakaian jogging warna biru — berlari dengan penuh determinasi di hadapanku. Seklise apapun ini terdengar, mulai saat itu kamu sukses mencuri hatiku.


Menarik perhatianmu ternyata lebih sulit dari menyiapkan proposal skripsi. Baru demimu, jungkir balik mempersiapkan diri rela kulakoni

Baru kali ini. Mempersiapkan diri jungkir balik pun bisa kulakoni
Baru kali ini. Mempersiapkan diri jungkir balik pun bisa kulakoni via tumblr.com
Entah kemampuanku yang tak mumpuni, atau memang standarmu terlalu tinggi. Hanya saja mendapatkan perhatianmu tidak masuk dalam kompartmen remeh di urusan hati.
Kamu bukan gadis yang mudah melirik hanya karena aku tampil lebih tampan dari yang biasa kuperlihatkan sehari-hari. Sapaanku pun tidak semudah itu kamu tanggapi. Ada tembok yang harus kupanjat sebelum mulai kau perbolehkan membuka kunci hati.
Tapi anehnya, sikap dingin dan acuhmu membuat semangatku makin menjadi. Belakangan baru kuketahui namamu Biru. Lari memang jadi hobimu. Taman di dekat rumah kita jadi tempat favorit untuk menguji kekuatan fisikmu. Mengetahui fakta ini, segera kuatur strategi agar bisa lebih dekat denganmu.
Kelak, jika kamu tahu, tolong jangan menertawakan upayaku. Aku sempat meminta bantuan teman-teman untuk menggembleng kekuatan fisikku. Latihan kardio, yoga, sampai minum Pocari Sweat demi mempertahankan ION tubuh kulakoni demi tidak minder ikut berlari di sampingmu.
Mengejarmu, Biru — jadi prioritas nomor satu dalam hidupku.


Tak perlu khawatir kelak kau kutinggalkan. Kupastikan rasa ini bukan sekadar penasaran

Sungguh kupastikan ini bukan sekadar rasa penasaran
Sungguh kupastikan ini bukan sekadar rasa penasaran via tumblr.com
Kali pertama aku berlari sejajar denganmu, gemas rasanya saat sedikitpun kau tak melirik ke arahku. Jangankan menyapa dan bicara, menganggapku ada saja buatmu berat rasanya! Kamu memang berbeda. Prinsip dan keacuhanmu memang tak ada dua. Saat kutanya kenapa kamu dingin sekali, jawabanmu seperti tamparan keras yang mengarah ke ulu hati,
“Kenapa aku harus baik dan manis ke kamu Dion? Toh kalau rasa penasaranmu sudah hilang, dengan mudah aku juga bisa ditinggalkan.”
Mendengar pernyataanmu rasanya ingin kutarik tanganmu ke ujung taman demi memberikan penjelasan panjang lebar.
Kamu sungguh anomali bagiku dalam urusan hati. Kamu lebih dari sekadar rasa penasaran. Kamu, buatku, seperti maraton panjang yang harus diupayakan mati-matian. Bagaimana mungkin dengan mudah kamu kutinggalkan, jika untuk mendapatkanmu saja semua upaya harus kukerahkan?


Semua keputusan ada di tanganmu. Tapi sementara kau berproses dengan hatimu, ijinkan aku tetap berlari demi membuktikan kuatnya rasaku

...sementara kau berposes dengan hatimu
…sementara kau berposes dengan hatimu via tumblr.com
Aku akan jadi manusia paling bahagia sedunia jika kau ijinkan mendampingi dalam berbagai kondisi. Kau minta apapun padaku, akan dengan senang hati kulakoni. Kita bisa main petak umpet, saling kecup di akhir hari, sampai menjajal berbagai versi lari sesuka hati. You name it, Biru. Im on it.
Tapi tentu saja kupahami, kita tak bisa memburu orang dalam urusan hati. Sekat-sekat dalam hatimu tidak semudah itu terbuka sampai memang sudah tiba waktunya. Aku pun tak ingin menggeser terlalu banyak perabot di dalam petak hatimu, jika memang kau tak menginginkannya.
Ambil waktu sebanyak yang kau butuhkan. Kau tak perlu khawatir aku kehilangan kesabaran. Sebab sungguh, kamu orang pertama yang ingin mati-matian kuperjuangkan.
Sementara kau berproses dengan hatimu, tengoklah ke belakang sesekali dalam etape larimu. Akan tetap kau temukan aku di situ. Berusaha mengimbangi langkah-langkah enerjikmu. Demi membuktikan kuatnya rasaku.

Dion,
Pria yang anehnya jatuh hati padamu


Ingin mengikuti keseruan lain dari cerita Dion dan Biru? Kamu bisa langsung cek kisah mereka di Instagram series #KejarBiru.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Demi Kamu, Aku Rela Berusaha. Buatmu, Akan Kukerahkan Semua Upaya"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top